Sunday, 24 March 2019

Alasan Emas memiliki Harga yang stabil

Emas merupakan salah satu logam transisi yang berada di golongan IB periode 6. Emas merupakan primadona masyarakat dalam berhias selain perak, dan intan. Emas merupakan salah satu logam mulia yang diperjualbelikan dalam keadaan murni. Emas disebut logam mulia karena ditemukan di alam dalam bentuk mulianya atau tidak dalam campuran. Seperti kebanyakan logam yang ada, emas berstruktur padatan dengan titik lebur hingga 1064 °C.  Emas sering ditemukan bersama tembaga seperti pada penambangan bawah tanah milik Freeport di Grasberg, Papua.
Berhias Sambil Menabung
Selain sebagai perhiasan, emas juga dapat digunakan sebagai aset untuk menyimpan kekayaan. Jargon yang bisa dibilang selalu digunakan oleh toko-toko emas adalah "berhias sambil menabung". Jargon ini bisa ditemukan baik toko emas kecil hingga besar. Mengapa emas dapat dijadikan sebagai alat untuk menabung, sementara Bank Indonesia mengeluarkan sebuah program yang berbunyi "Ayo ke Bank". Uang dengan peredaran yang ada akan mengalami penurunan nilai setiap tahunnya. Sementara emas, nilainya selalu tetap. Seperti hadits Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hadits Bukhari no 836:
Diriwayatkan dari ‘Urwa : “Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. ‘Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ‘Urwa. Sehingga ‘Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) – bahkan seandainya dia membeli debu”. (Di riwayat lain) ‘Urwa berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW berkata, “Selalu ada kebaikan pada kuda sampai hari kiamat””. (Periwayat lainnya lagi menambahkan “saya melihat 70 ekor kuda di rumah ‘Urwa.”) ( Sufyan berkata, “Nabi menyuruh ‘Urwa untuk membeli domba untuk beliau sebagai hewan qurban”.)
Hadist ini menerangkan bahwa ‘Urwa Radiallu Anhu telah menjual kambing yang dibayar dengan dinar. Jika dikonversi ke gram, 1 Dinar itu setara dengan 4,25 gram emas. Berdasarkan hari ini (16/12/2018) emas berada pada kisaran Rp 578.917,- maka 1 dinar emas sama dengan atau Rp 2.460.397,25. sedangkan harga kambing yang ada pada zaman sekarang terhitung tanggal 13 Juli 2018 harga kambing dipatok dari harga Rp 1.700.000,- hingga Rp.3.000.000,-. Kisaran harga yang ada tergantung kepada ukuran dan jenis kambingnya, dan rata-rata pembelian kambing berada pada harga 2-jutaan.
Dari jaman rasulullah, harga kambing memiliki kestabilan harga dengan emas. Satu yang perlu ditekankan disini bahwa itu kan di jaman rasulullah, sekarang kan sudah jaman modern. Tidak mungkin harga dulu sama dengan sekarang. Kata-kata ini sering dilontarkan oleh orang-orang sekuler. Jadi jangan terpengaruh akan hal itu, karena islam telah disempurnakan oleh Rasulullah. Tidak perlu ditambahkan dan tidak perlu dikurangi.

Sumber:

Tuesday, 19 March 2019

Allah Menurunkan Besi bagi Manusia


Besi adalah salah satu logam yang berada dalam golongan VIIIA dalam sistem periodik Unsur. Besi walaupun berada dalam sistem Periodik, masyarakat seperti Anda dan saya cukup mengenal dengan kata Besi saja itu sudah mengarah kepada suatu benda padat yang keras dan yang akan berkarat ketika dibiarkan di udara luar atau bisa dikatakan bahwa besinya dioksidasi oleh udara. Besi pada kerak bumi hanya berada pada kisaran 35% saja dari keseluruhan kerak bumi, baik itu dalam bentuk hematit (Fe2O3) ataupun magnetit (Fe3O4).
Besi merupakan unsur dengan kemipahan keempat terbanyak di permukaan bumi. Besi melimpah karena kehebatan dari supernova yang membuat nikel-56 meluruh menjadi besi beterbangan ke supernova. Akibat supernova inilah besi beterbangan keseluruh jagad raya termasuk ke mars. Pembentukan warna merah yang ada pada figur mars itu disebabkan oleh pancaran sinar besi oksida yang telah dibuktikan oleh spektroskopi Mössbauer.
Pada awalnya kita, saya dan anda pasti berpendapat bahwa besi hanyalah logam yang aslinya berada di kerak bumi saja. Namun, ini sedikit berbeda dengan yang disampaikan Allah subhanahuwata’ala dalam QS Al Hadid surat ke 57 ayat ke 25 yang berbunyi:
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ٢٥
25. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (QS Al-Hadid:25)
Hadid yang dalam artinya besi merupakan salah satu nama surat yang ada dalam Al Quran. Bisa dikatakan bahwa Al Quran telah menjelaskan bahwa Allah subhanahuwata’ala telah menurunkan besi untuk menajdi manfaat bagi manusia. Dalam ayat tersebut Allah SWT menggunakan kata “anzalna” (Kami turunkan), sama seperti ketika Allah berfirman dalam Surat Al-Qadr ayat 1: “Inna anzalnahu fii lailatil qadr…” (Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar…) Besi yang diturunkan itu dapat kita gunakan sebagai peralatan makan dan peralatan dalam pertanian. Namun itu semua tetap menjadi pertanyaan besar terutama bagi Abu Musa Jabir bin Hayyan.
Abu Musa Jabir bin Hayyan atau yang lebih dikenal dengan nama Geber di dunia barat mempunyai banyak pemikiran dalam bidang kimia terutama dalam masalah besi ini salah satunya meskipun ia lebih dikenal dengan rintisan hukum perbandingan tetapnya.
Gambar Besi
Dalam hasil analisisnya Abu Musa Jabir bin Hayyan mempelajari dan menemukan seluk beluk tentang besi dari bagian terkecil hingga prinsip-prinsip itu sendiri. Besi yang notabenenya memiliki nomor atom 26, memiliki berbagai macam isotop (senyawa dengan nomor atom yang sama namun memiliki jumlah proton yang sama) yaitu Fe-55, Fe-56, Fe-57 dan Fe-58. Keempat isotop itu memiliki kestabilan yang baik artinya tidak berubah komposisi elektron, proton dan neutronnya. Namun hal yang lebih mencengangkan adalah isotop terstabil yakni ada pada isotop Fe-57, yang memiliki nomor yang sama dengan nama surat tempat si besi berada, Masya Allah. Jadi dapat disimpulkan Allah subhanahuwata’ala memang menurunkan besi itu dari langit.

Sumber: