Tuesday, 2 April 2019

Melunakkan Besi, Mukjizat Nabi Daud Alaihissalam


Besi memang memiliki sifat yang keras. Namun yang jadi keunikan dalam logam besi adalah sifatnya yang bisa ditempa karena keliatan dari besi itu sendiri. Untuk membentk besi yang a lot ini sangatlah susah karena besi memiliki Titik lebur besi 1538 °C sedangkan titik didihnya sebesar 2862 °C dan sangat susah dilakukan dalam kondisi normal. Besi juga dapat dibentuk dengan alat ataupun dengan tangan namun pada prinsipnya tetap menggunakan panas agar si besi yang akan digunakan menjadi lebih lunak dan bisa disesuaikan dengan keinginan.
Di jepang, katana (Kita menyebutnya lebih sering dengan samurai, padahal samurai itu orang yang menggunakan katana) dibuat dengan dibuat dalam waktu yang lama karena mengolah sebuah katana yang notabenenya sebuah besi dibuat dengan proses yang sangat lama dan memang harus dalam kondisi yang pemanasan yang tinggi. 
Proses Pembentukan Katana
Namun, hal yang berbeda jika dilakukan oleh para Al-Anbiya atau para nabi terutama mukjizat yang diberikan kepada Nabi Daud Alaihissalam. Nabi Daud Alaihissalam diberikan anugrah oleh Allah Subhanahuwata’ala mujizat selain memiliki suara yang merdu, Nabi Daud Alaihissalam juga mempunyai kemampuan dalam mengolah besi. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran  (QS. Saba: 10-11) yang berbunyi:
.
۞وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلٗاۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ ١٠ أَنِ ٱعۡمَلۡ سَٰبِغَٰتٖ وَقَدِّرۡ فِي ٱلسَّرۡدِۖ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١
10. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya
11. (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan
(QS. Saba: 10-11)

Allah Subhanahuwata’ala telah membuat besi menjadi lunak untuk Nabi Daud Alaihissalam dengan membuat baju baju besi, dan juga bisa menganyam besi. Yang jadi masalah menganyam bukan sembarangan menyanyam melainkan yang dianyam adalah besi. Sehingga tidak mungkin hal yang biasa dianyam seperti besi dilakukan oleh manusia biasa. Nabi Daud Alaihissalam pandai dan mahir dalam membuat dan mengolah besi bukan karena kemampuan yang otodidak melainkan memang Allah lah yang menurunkan. Seperti yang yang dijelaskan dalam Surat Al-Anbiya ayat 80 yang berbunyi.

وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ لَبُوسٖ لَّكُمۡ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ ٨٠
80. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)
(QS Al-Anbiya: 80).

Mukjizat yang diberikan oleh Allah Subhanahuwata’ala bukanlah tanpa sebab. Selain memang karena besi sesuatu yang sangat susah untuk ditaklukkan dan dibentuk, maka Nabi Daud Alaihissalam menjadikan mukjizat ini sebagai sebuah usaha dan menjadi pekerjaan, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari pada hadits no. 1967 yaitu :
إِنَّ دَاوُدَ النَّبِيَّ كَانَ لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1967 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu].

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji orang yang makan dari hasil jerih payahnya sendiri, lalu menghubungkan pujian ini dengan menceritakan tentang Nabi Daud Alaihissallam :

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَاماً قَطْ خَيْراً مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ .

“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1966 dari Al Miqdam bin Ma’diyakrib Radhiyallahu ‘anhu].
Jadi sangatlah mulia kita memuliakan para nabi dan rasul termasuk dalam kisah Nabi Daud Alaihissallam yang bisa melunakkan besi walaupun dengan sifat fisikanya yang luar biasa dan juga Nabi Daud Alaihissallam menggunakannya untuk makan dari hasil jerih payahnya sendiri. Semoga kita yang manusia biasa seperti ini tetap terus berusaha untuk mencari makan demi sesuap nasi dan sebongkah berlian. Semoga
Sumber:

0 comments:

Post a Comment