Besi memang memiliki sifat yang keras. Namun yang jadi keunikan
dalam logam besi adalah sifatnya yang bisa ditempa karena keliatan dari besi
itu sendiri. Untuk membentk besi yang a lot ini sangatlah susah karena besi
memiliki Titik lebur besi 1538 °C sedangkan titik didihnya sebesar 2862 °C dan
sangat susah dilakukan dalam kondisi normal. Besi juga dapat dibentuk dengan
alat ataupun dengan tangan namun pada prinsipnya tetap menggunakan panas agar
si besi yang akan digunakan menjadi lebih lunak dan bisa disesuaikan dengan
keinginan.
Di jepang, katana (Kita menyebutnya
lebih sering dengan samurai, padahal samurai itu orang yang menggunakan katana)
dibuat dengan dibuat dalam waktu yang lama karena mengolah sebuah katana yang
notabenenya sebuah besi dibuat dengan proses yang sangat lama dan memang harus
dalam kondisi yang pemanasan yang tinggi.
Proses Pembentukan Katana
Namun, hal yang berbeda jika
dilakukan oleh para Al-Anbiya atau para nabi terutama mukjizat yang diberikan
kepada Nabi Daud Alaihissalam. Nabi Daud Alaihissalam diberikan anugrah oleh
Allah Subhanahuwata’ala mujizat selain memiliki suara yang merdu, Nabi Daud Alaihissalam
juga mempunyai kemampuan dalam mengolah besi. Hal ini dijelaskan dalam
Al-Quran (QS. Saba: 10-11) yang
berbunyi:
.
۞وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلٗاۖ يَٰجِبَالُ
أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ ١٠ أَنِ ٱعۡمَلۡ
سَٰبِغَٰتٖ وَقَدِّرۡ فِي ٱلسَّرۡدِۖ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا
تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١
10. Dan
sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman):
"Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama
Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya
11. (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah
anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa
yang kamu kerjakan
(QS. Saba: 10-11)
Allah Subhanahuwata’ala telah membuat besi menjadi lunak untuk Nabi
Daud Alaihissalam dengan membuat baju baju besi, dan juga bisa menganyam besi. Yang
jadi masalah menganyam bukan sembarangan menyanyam melainkan yang dianyam
adalah besi. Sehingga tidak mungkin hal yang biasa dianyam seperti besi
dilakukan oleh manusia biasa. Nabi Daud Alaihissalam pandai dan mahir dalam
membuat dan mengolah besi bukan karena kemampuan yang otodidak melainkan memang
Allah lah yang menurunkan. Seperti yang yang dijelaskan dalam Surat Al-Anbiya
ayat 80 yang berbunyi.
وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ
لَبُوسٖ لَّكُمۡ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ ٨٠
80. Dan telah
Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu
dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)
(QS Al-Anbiya: 80).
Mukjizat yang diberikan oleh Allah Subhanahuwata’ala bukanlah tanpa
sebab. Selain memang karena besi sesuatu yang sangat susah untuk ditaklukkan
dan dibentuk, maka Nabi Daud Alaihissalam menjadikan mukjizat ini sebagai
sebuah usaha dan menjadi pekerjaan, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari pada hadits no.
1967 yaitu :
إِنَّ دَاوُدَ النَّبِيَّ كَانَ
لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih
payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1967 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu].
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji
orang yang makan dari hasil jerih payahnya sendiri, lalu menghubungkan pujian
ini dengan menceritakan tentang Nabi Daud Alaihissallam :
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَاماً قَطْ خَيْراً مِنْ أَنْ
يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ
يَدِهِ
.
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan
hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih
payahnya sendiri”. [HR Bukhari no. 1966 dari Al Miqdam bin Ma’diyakrib
Radhiyallahu ‘anhu].
Jadi sangatlah mulia kita memuliakan para nabi dan rasul termasuk
dalam kisah Nabi Daud Alaihissallam yang bisa melunakkan besi walaupun dengan
sifat fisikanya yang luar biasa dan juga Nabi Daud Alaihissallam menggunakannya
untuk makan dari hasil jerih payahnya sendiri. Semoga kita yang manusia biasa
seperti ini tetap terus berusaha untuk mencari makan demi sesuap nasi dan
sebongkah berlian. Semoga
Sumber:

0 comments:
Post a Comment